Ketua BPK Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Ilmu Akuntansi

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Moermahadi Soerja Djanegara dikukuhkan sebagai Guru Besar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kesatuan Bogor. Pengukuhan Guru besar ini dilaksanakan di STIE Kesatuan, Ranggagading, Kota Bogor, Selasa (6/1).

Pengukuhan Ketua BPK sebagai Guru Besar yang merupakan jabatan akademik tertinggi itu diraih setelah puluhan tahun berkecimpung dalam dunia pendidikan di STIE Kesatuan Bogor. Ketua BPK memberikan pidato pengukuhannya yang berjudul “Pendekatan Komprehensif dalam Upaya Meningkatkan Pemanfaatan Laporan Keuangan yang Berkualitas.

Selain itu dalam paparannya menjelasakan mengenai tantangan yang akan dihadapi terkait pemanfaatan laporan keuangan untuk pengambilan keputusan. Salah satunya tentang perlunya undang-undang laporan keuangan. Undang-undang tersebut harus memberikan sanksi kepada pembuat laporan keuangan (manajemen) jika memanipulasi kebenaran laporan.

Di STIE Kesatun Bogor, sebelumnya Ketua BPK sudah menjabat dalam manajemen pendidikan sejak 1996 sebagai Ketua STIE Kesatuan Bogor hingga 2009. Kemudian pada 2006-2010 ia menduduki posisi Direktur Akademi Manajemen Kesatuan Bogor.

Di akhir pidatonya berterima kasih pada Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir. “Terima kasih telah mengangkat saya menjadi guru besar dalam bidang ilmu akuntansi di STIE Kesatuan terhitung 1 Desember 2017 lalu,” Ketua BPK mengakhiri.

“Undang-undang tersebut harus memberikan sanksi kepada pembuat laporan keuangan (manajemen) jika memanipulasi kebenaran laporan keuangan mereka,” tambahnya.

Sebelum menjabat sebagai Ketua pada April 2017 lalu, karier Moermahadi di BPK dimulai sejak 2009 dengan menjadi Anggota I BPK hingga Oktober 2014. Dilanjutkan dengan menjadi Anggota V dan akhirnya menjabat Ketua BPK RI.

Di STIE Kesatun Bogor, sebelumnya Moermahadi sudah menjabat dalam manajemen pendidikan sejak 1996 sebagai Ketua STIE Kesatuan Bogor hingga 2009. Lalu, pada 2006-2010 menduduki posisi Direktur Akademi Manajemen Kesatuan Bogor.

Dalam akhir pidatonya, ia berterima kasih pada Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir. “Terima kasih telah mengangkat saya menjadi guru besar dalam bidang ilmu akuntansi di STIE Kesatuan terhitung 1 Desember 2017 lalu,” tutupnya.