Dana Penanganan Banjir Dan Macet Jumbo Nih…

www.rm.id, Senin, 4 Desember 2023
Rm

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) meningkatkan kualitas pembangunan. Caranya, dengan menyepakati alokasi anggaran yang besar untuk program pengendalian banjir, macet dan pertumbuhan ekonomi.
“Sebagai salah satu bukti komitmen nyata, DPRD DKI Jakarta telah mendukung penuh tiga program prioritas Pemerintah Daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023,” kata Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi saat Press Gathering DPRD DKI Jakarta bertema “Bersama Wujudkan Jakarta Menjadi Kota Global” di Bumi Gumati, Sentul, Bogor, Jumat (1/12/2023).
Pras merinci tiga program prioritas tersebut, yaitu pengen¬dalian banjir yang mendapatkan alokasi anggaran 12,22 persen dari total APBD 2023. Kemu¬dian, penanganan kemacetan yang memperoleh pagu sebesar 17,04 persen dari total APBD 2023. Selanjutnya, antisipasi dampak penurunan pertumbuhan ekonomi yang dijatah 12,01 persen dari total APBD 2023.
Begitu juga untuk program prioritas 2024. DPRD DKI Ja¬karta mendukung penuh enam program prioritas Pemprov DKI pada APBD Tahun Anggaran 2024. Penanggulangan Banjir menjadi salah satu dari enam program prioritas tersebut dan mendapat anggaran 4 persen dari total APBD 2024.
Meski mendapatkan anggaran yang cukup besar, diakui Pras, Jakarta masih tetap banjir.
“Kalau Jakarta dikatakan nggak ada banjir, itu bohong. Tapi kan kita harus meminimalisir,” ujarnya.
Selain karena secara geografis berada di hilir, lanjut Pras, banjir terjadi karena kali atau sungai di Jakarta semakin mengecil.
Karena itu, Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dewan Per¬wakilan Rakyat (DPR) daerah pemilihan (dapil) Jakarta IIini selalu menekankan pentingnya program penanganan banjir.
“Anggaran (APBD) 2023 ini saya selalu menekankan mana yang prioritas. Dana buat banjir besar, pinggiran kali diperlebar, bangun rumah susun lagi,” ucapnya.
Pras bilang, lima tahun bela¬kangan ini program penanggu¬langan banjir, seperti pelebaran dan pengerukan kali, ditinggal¬kan begitu saja.
“Sekarang alhamdulillah, nggak semua (banjir) seperti tahun-tahun lalu,” katanya.
Pras juga kerap berkomunikasi dengan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum dalam hal mengatasi banjir. Menurutnya, penanganan banjir yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta juga sudah cukup baik.
“Bekerja semua, alat di Pe¬sanggrahan saya lihat juga turun. Debit air segitu banyak. Yang penting ada eksekusi, itu sedang dikerjakan semua,” tegasnya.
Pras berharap, ke depan ketika dia sudah tidak duduk di Kebon Sirih, program penanganan ban¬jir tetap diteruskan.
“Nggak bisa nggak. Pj Guber¬nur Heru nggak jadi gubernur lagi, teruskan itu program. Jangan dipotong. Kalau dipotong, banjir akan semakin parah,” tandasnya.
Hujan yang melanda pada Kamis (30/11/2023) menyebab¬kan 69 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta terendam banjir. Hingga esok paginya, sejumlah RT tersebut masih terendam.
Badan Penanggulangan Ben¬cana Daerah (BPBD) DKI Ja¬karta mencatat, genangan baru benar-benar surut pada Jumat (1/12/2023) pukul 16.00 WIB.
Meski telah surut, BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan.
Penanganan banjir juga terus dilakukan oleh BPBD, Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Gulkarmat, Dinas Bina Marga, Dinas Lingkungan Hidup, Sat¬pol PP dan Kelurahan. Menye¬dot genangan dan memasti¬kan tali-tali air berfungsi baik. Masyarakat juga dilibatkan dalam upaya ini, seperti RT/RW dan tokoh masyarakat.
Selain karena intensitas hujan yang tinggi, banjir di sejumlah titik di Jakarta lantaran kiriman air dari wilayah hulu menyebab¬kan meluapnya Kali Ciliwung.
Dinas SDA DKI Jakarta men¬catat, Peilschaal Depok yang berada di Kali Ciliwung bersta¬tus bahaya dengan ketinggian muka air 356 centimeter pukul 24.00 WIB.
“Luapan air yang terjadi terse¬but dapat dipompa ketika debit air di kali sudah berangsur su¬rut,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum, Jumat (1/12/2023).
Untuk menangani banjir terse¬but, pihaknya menyiagakan satuan tugas (satgas) di lapangan serta mengoperasikan pompa, baik stationer maupun pom¬pa mobile.
“Sebanyak 578 pompa statio¬ner tersebar di 202 lokasi. Ke¬mudian ada 557 pompa mobile dan 251 alat berat. Dinas SDA DKI juga memiliki 845 pintu air di 589 lokasi dan 4.189 personel pasukan biru,” ujarnya.
Dinas SDAjuga bakal meningkatkan koordinasi dengan seluruh pihak terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, Dinas Lingkungan Hidup DKI, para wali kota, ca¬mat, lurah, hingga RT/RW.
“Dinas SDA DKI meminta warga menjaga kebersihan ling¬kungan. Caranya, tidak mem¬buang sampah sembarangan, serta membersikan saluran air. Mulai dari selokan depan rumah hingga kanal atau sungai,” pin¬tanya.