6 Hal Diketahui soal Gaji Guru Diduga Disunat Habis-habisan di DKI

www,detik.com, Selasa, 28 November 2023
Detik

Dugaan gaji guru honorer di sekolah Jakarta disunat hingga jutaan rupiah mencuat ke publik. Legislator DKI Jakarta mendorong agar Dinas Pendidikan segera turun tangan mengusut aduan tersebut.
Dirangkum detikcom, Senin (27/11/2023), sejumlah guru yang tergabung dalam Forum Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia (Forgupaki) mengadu kepada anggota PDIP Komisi E DPRD DKI Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Forgupaki menyampaikan keluh kesah yang dihadapi guru honorer pendidikan agama Kristen yang mendapatkan gaji rendah. Berikut sederet fakta terkini soal dugaan gaji guru honorer disunat di Jakarta:

1. PDIP Sebut Ada Guru Hanya Terima Gaji Rp 300 Ribu, Di Kuitansi Rp 9 Juta

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah menuturkan semestinya guru tersebut menerima gaji Rp 9 juta berdasarkan bukti kuitansi atau slip tanda terima gaji yang disampaikannya. Namun, nyatanya guru tersebut hanya menerima ratusan ribu rupiah.

“Iya Rp 9 juta ada buktinya juga kok, jadi dia sempat motoin gitu. Jadi memang kepseknya kayaknya bermasalah tetapi nanti kan masih di-crosscheck sama Dinas Pendidikan nih. Jawaban dari Disdik apa kalau kita lihat sudah jelas yang diterima dari guru yang bersangkutan jumlahnya berapa, terus habis itu cuman diterima Rp 300 ribu per bulan selama satu tahun,” kata Ima saat dihubungi, Senin, 27 November 2023.

2. Kepala Sekolah Diduga Sunat Gaji Guru Honorer

Diketahui, gaji yang dianggap tak layak itu dialami guru agama Kristen di SDN Malaka Jaya 10, Duren Sawit, Jaktim. Ima mengatakan pihaknya ingin agar Disdik DKI mencopot kepala sekolah yang bermasalah. Sebab, ia menduga tak hanya satu guru yang gajinya dipotong.

“Dari Disdik akan menelusuri itu dulu jadi jadi kasih waktu, kalau memang ada jawabannya apa kalau saya rekomendasiin diganti saja, dipecat,” ujar Ima.

“Saya sudah ada beberapa data untuk mereka yang dipotong tetapi nanti kita tunggu dulu dari Dinas Pendidikan tapi jangan sampai dinas pendidikan itu melindungi kepala sekolah-sekolah yang seperti itu,” sambungnya.

Senada dengan Ima, Sekretaris Komisi E DPRD DKI Johnny Simanjuntak mendorong Disdik DKI mendata ulang serta sosialisasi cara dan syarat untuk mempermudah guru honorer masuk data pokok pendidikan (dapodik) karena ia mengaku masih banyak diterima keluhan terkait sulitnya mendaftar ke sistem tersebut.

“Kenapa masih ada guru honorer yang sudah mengabdi selama 20 tahun tapi datanya tidak terdaftar di dapodik? Hal-hal yang menjadi domain Dinas Pendidikan DKI Jakarta itu harus diselesaikan segera,” ucapnya.

3. Legislator PDIP Kantongi Data 40 Nama Guru Agama Kristen Digaji Rendah

Johnny menuturkan pihaknya mendapat informasi dari Forgupaki bahwa ada 40 tenaga pendidikan yang tidak mendapat upah layak. Ia pun mendesak Pemerintah Provinsi DKI memberikan upah layak bagi 40 guru agama honorer yang ada di Jakarta.

“Ada yang tidak dibayar honornya dan mendapat saweran dari orang tua murid hingga hanya dibayar Rp 300 ribu,” kata Johnny.

Diketahui, tenaga pendidikan itu tersebar di sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) di kawasan Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat. Dalam data yang dibagikan, para guru tersebut ada yang dibayar melalui sumbangan dari orangtua murid, Rp 300 ribu, hingga Rp 2,5 juta.

“Bahkan ada bayarannya Rp 50 ribu per jam seminggu hanya diperbolehkan empat jam mengajar dan ekstrakurikuler dibayar Rp 150 ribu sesuai jumlah kedatangan permintaan sekolah,” ujarnya.

4. Disdik Buka Suara

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta buka suara mengenai aduan guru honorer agama Kristen di SDN Malaka Jaya 10, Duren Sawit dipotong oleh kepala sekolah (kepsek). Disdik DKI mengusut aduan tersebut.

“Sedang proses pendalaman oleh tim kami,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Purwosusilo saat dihubungi, Senin, 27 September 2023.

5. Forgupaki Ungkap Kepsek dan Guru SDN di Jaktim Dipanggil Disdik

Ketua Forum Pendidikan Agama Kristen Indonesia (Forgupaki) Abraham mengungkap kepala sekolah dan guru SD Negeri di Duren Sawit dipanggil Disdik DKI. Mereka dimintai keterangan buntut aduan gaji disunat dan hanya tersisa Rp 300.000.

“Iya dia anggota kami. Kemarin dia dan kepala sekolah sudah dipanggil oleh Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur,” ujar Abraham saat dihubungi, Senin (27/11/2023).

Namun Abraham tak mengetahui apa yang dipertanyakan oleh Disdik DKI kepada guru dalam pemanggilan itu. Abraham mengatakan telah meminta guru SDN untuk berbicara jujur dan benar terkait permasalahan yang dialami.

“Saya sudah ingatkan gurunya bahwa silakan bicara jujur, bicara benar, harus berani. Kemudian kalau ada ancaman diinformasikan, begitu,” ujarnya.

6. Forgupaki Sebut Disdik DKI Bikin Timsus Selidiki Gaji Rendah Guru

Abraham mengatakan bahwa pihk Dinas Pendiidkan DKI Jakarta akan membuat Tim Khusus dalam melakukan penyelidikan soal rendahnya gaji yang diterima guru honorer agama Kristen.

“Dalam pertemuan itu, Sekretaris Pj Disdiknya menyampaikan bahwa mereka akan membuat tim khusus untuk melakukan penyelidikan. Jadi kita masih tunggu saja, seperti apa hasil kerja dari disdik, karena kan komisi E meminta laporan hasil kerjanya,” kata Abraham saat dihubungi, Senin (27/11/2023).

Abraham membeberkan bahwa salah seorang guru itu mengaku hanya mendapat gaji Rp 300 ribu per bulan. Padahal seharusnya guru tersebut mendapatkan gaji Rp 9 juta per tiga bulan.

“Jadi di dalam informasi yang dia berikan. Harusnya dia menandatangani nilai Rp 9 juta. Tapi malah tiap bulannya dia mendapat Rp 300 ribu,” ujarnya.

“Saya sudah ingatkan gurunya bahwa silakan bicara jujur, bicara benar, harus berani. Kemudian kalau ada ancaman diinformasikan, begitu,” ungkapnya.

(taa/fas)