Transjakarta Operasikan 100 Bus Listrik, Perum PPD Pamer Buatan Lokal

www.okezone.com, Selasa, 25 Mei 2021

Tak lama lagi, Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD) bakal segera mengoperasikan penggunaan bus listrik. Salah satu jenisnya diketahui merupakan produk dalam negeri bernama Mobil Anak Bangsa (MAB) 12E. Bus itu akan dioperasikan untuk Transjakarta.

Direktur Utama Perum PPD, Pande Putu Yasa mengungkap kesiapan memasuki era baru bus listrik lebih awal dibandingkan operator lain. Hal demikian dilakukan guna mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

“Saat ini kami sedang melakukan penjajakan dengan beberapa pemilik merek dalam upaya untuk mengoperasikan daripada kuota kami yang ada di PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Jadi Transportasi Jakarta untuk tahun 2021 ini berdasarkan penjelasan yang kami terima akan mengadakan 100 unit bus listrik. Tentunya ada beberapa operator di dalamnya, salah satunya PPD,” katanya saat memamerkan 6 model bus listrik di SBU Perum PPD, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (24/05/21).

Selain MAB, Perum PPD juga bekerjasama dengan 5 Agen Pemegang Merek (APM) penyedia bus listrik lainnya, yakni Edison Motors, Skywell, BYD, Zhongtong, dan Higer. Kerjasama yang melibatkan total 6 APM itu dilakukan bertahap sejak tahun 2019 lalu.

Menurut Pandu, jika dibandingkan antara harga per unit bus listrik dengan bus konvensional berbahan bakar maka terdapat selisih yang cukup jauh. Namun dalam pengoperasian serta perawatan, bus listrik bisa menghemat hingga hampir 50 persen dibanding bus konvensional.

“Kalau dilihat dari sisi konsumsi bahan bakar terutama ya, ini jauh lebih murah. Kalau dari sisi perawatan, ini jauh lebih murah di bawah 50 persen. Artinya memang kalau dari sisi harga beli tinggi, tapi dari perawatan dia jauh lebih murah. Yang tidak berkurang adalah biaya SDM aja, kalau dari sisi yang lain lebih murah,” jelasnya.

Masih kata dia, pengoperasian bus listrik oleh PT Transjakarta melalui PPD tinggal menunggu pembahasan e-Katalog oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pada Juni dan Desember 2021 nanti dipastikan sebanyak 100 unit bus listrik telah beroperasi secara bertahap, meskipun belum diketahui pasti operator mana yang bakal digunakan.

“Target di bulan Juni nanti pasti akan ada operasi bus listrik, tapi saya nggak tahu siapa operatornya. Nanti di Desember ada lagi, tapi siapa operatornya? tinggal nunggu e-katalog nya,” ucapnya.

Pandu dan jajarannya pun sempat mengecek kondisi bus listrik MAB 12E. Diketahui, unit bus MAB 12E diproduksi pada tahun 2016 dan telah dilaunching pada tahun 2017 lalu. Hingga saat ini, sudah ada 3 perusahaan asing yang menggunakan produk anak bangsa tersebut.

“Ini produksi dalam negeri,” ujarnya.

Direktur Teknik PT MAB, Bambang Tri Soepandji, menerangkan, unit bus listrik MAB 12E tak 100 persen diproduksi dalam negeri karena beberapa komponennya tetap dipasok dari luar negeri. Misalnya, baterai yang dipesan dari CATL produsen baterai terbesar di dunia dan motor penggerak serta transmisi disuplai dari Amerika Serikat.

“Kalau bodi total dibuat di Indonesia, jadi hanya komponen-komponen tertentu saja yang dipesan dari luar. Sebenarnya bisa komponen itu dibuat di Indonesia, tapi nanti harganya jadi mahal,” beber dia.

Bus listrik MAB 12E berkapasitas 45 penumpang, dengan kemampuan daya jelajah 320 kilometer untuk satu kali pengisian. Sedangkan kuota baterainya mencapai 315 KWH, di mana tiap pengisian hanya memerlukan waktu sekira 2 hingga 2,5 jam.

“Hingga saat ini sudah ada 3 unit yang dioperasikan oleh perusahaan swasta asing,” kata Bambang.