RAKORNIS AKN V DAN AKN VI, SINERGIKAN RENCANA PEMERIKSAAN TEMATIK

BADUNG, Humas BPK – Terdapat dua hal mendasar yang harus terus menerus diperhatikan dalam menyusun tema dan desain pemeriksaan. Pertama adalah Kredibilitas dan Reputasi BPK (BPK’s Credibility and Reputation) dan yang kedua, Keterlibatan Pemangku Kepentingan (Stakeholders’ Engagement).

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agus Joko Pramono dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pemeriksaan Semester II Tahun 2021 pada AKN V dan VI di Badung, Bali, Senin (14/6). Rakornis ini dibuka oleh Anggota VI BPK/Pimpinan Pemeriksaan Keuangan negara VI Harry Azhar Azis dan dihadiri Anggota V BPK/Pimpinan Pemeriksaan Keuangan negara V Bahrullah Akbar.

Kredibilitas dan Reputasi BPK, lanjut Wakil Ketua, yaitu apakah yang kita lakukan benar-benar dapat menciptakan atau membangun kredibilitas dan reputasi BPK, satuan kerja dan individu profesional staf BPK. Sedangkan, Keterlibatan Pemangku Kepentingan, yakni apakah yang kita lakukan telah memperhatikan dan melibatkan kebutuhan serta tantangan yang dihadapi oleh pemangku kepentingan.

 

“Kedua hal tersebut tidak hanya akan berdampak pada peningkatan kredibiitas BPK sebagai organisasi pemeriksa, namun juga berdampak pada manfaat yang lebih konkrit, yang dapat diberikan BPK kepada para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan dan arah pembangunan,” kata Wakil Ketua BPK.

Rapat Koordinasi Teknis Pemeriksaan Semester II Tahun 2021 merupakan kegiatan koordinasi antar satuan kerja (satker) di lingkungan Auditorat Keuangan Negara (AKN) V dan AKN VI. Rakornis ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi lintas satker pemeriksaan, terutama dalam rangka mengimplementasikan kebijakan pemeriksaan pada Rencana Strategis (Renstra) BPK 2020-2024.

Auditor Utama Keuangan Negara VI Dori Santosa dalam laporannya menyebutkan, beberapa rencana pemeriksaan Semester II yang melibatkan BPK Perwakilan dan akan dibahas dalam Rakornis ini antara lain: (1) Pelaksanaan pemeriksaan tematik nasional atas pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan berdaya saing; dan (2) Pelaksanaan pemeriksaan tematik lokal atas pengoptimalan pendapatan asli daerah dan perizinan investasi.

Sementara itu, Anggota VI BPK dalam sambutannya mengatakan pemeriksaan atas agenda pembangunan nasional, permasalahan lokal, dan isu internasional merupakan perwujudan bahwa pemeriksaan BPK turut mencapai tujuan negara.

Menurutnya, perhatian BPK terhadap isu publik menjadi upaya nyata BPK untuk meningkatkan level kematangan organisasi menuju insight dan foresight tanpa meninggalkan level oversight yang memastikan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

“Untuk itu, kita perlu terus menciptakan kondisi satker pemeriksaan, terutama di lingkungan AKN V dan AKN VI, agar saling bersinergi dan berkolaborasi. Hal ini menunjukkan bahwa BPK merupakan organisasi pembelajar (the learning organization) yang melakukan perbaikan secara terus-menerus (continuous improvement),” jelasnya dalam kegiatan yang juga dihadiri Auditor Utama Keuangan Negara V Akhsanul Khaq dan Auditor Utama Investigasi Hery Subowo serta diikuti oleh seluruh Kepala Perwakilan BPK dan Kepala Auditorat di lingkungan AKN V dan AKN VI.

Pemeriksaan tematik yang akan segera dilaksanakan tersebut membutuhkan koordinasi dan transfer knowledge atas desain pemeriksaan tematik yang disusun. Dengan demikian, tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai dan pelaksanaan pemeriksaan dapat diselesaikan sesuai dengan time frame yang telah direncanakan.

Oleh karena itu, Rakornis yang akan dilaksanakan selam dua hari (14 dan 15 Juni) ini diharapkan menjadi momen penting dalam perencanaan pelaksanaan tugas BPK, khususnya dalam sinergi dan kolaborasi rencana pemeriksaan tematik Semester II Tahun 2021 yang akan dilaksanakan oleh AKN V dan VI selaku koordinator pemeriksaan baik tematik nasional maupun tematik loka